Bijak dan Cerdas Mendidik Anak


Tulisan ini adalah saduran dari buku 20 kesalahan dalam mendidik anak, ditulis oleh Muhammad Rasyid Dimas dan diterjemahkan oleh Tate Qomaruddin, Lc. Dengan judul aslinya “Siyasat Tarbawiyyah Khathiah”. Yang diterbitkan oleh Sygma Publishing.

Prakata dari penulis,"Pendidikan anak dalam pandangan para pendidik begitu jelas, sejelas cahaya matahari pada siang hari. Meskipun demikian, masih sering kita dengar, menyaksikan, dan membaca berbagai penyimpangan perilaku anak anak dalam masyarakat sebagai akibat pendidikan yang salah. Sebagian muncul karena ketidak pedulian, sikap meremehkan, dan kelalaian dalam mendidik; sebagian yang lain munccul dari niat yang baik tetapi tetap salah karena ketidaktahuan cara mendidik; dan sebagian yang lain timbul sebagai dampak dari sikap orang tua yang diktator, otoriter, dan lain-lain."

Jika kita mencatat dialog orangtua dengan anak, maka orangtua akan menemukan kenyataan bahwa sebagian besar apa yang diungkapkan adalah berupa intruksi untuk melaksanakan tugas dan kewajiban. Dan juga akan ditemukan kenyataan bahwa anak-anak terkesan tidak menghiraukan intruksi itu atau bahkan menolaknya. Yang harus orangtua lakukan adalah menjelaskan dengan bijak dan penuh penghargaan kepada mereka betapa manfaat dari mengerjakan tugas dan kewajiban mereka untuk diri mereka sendiri.

Menyikapi pada tempatnya perilaku anak menjadi hal penting bagi karekter mereka. Ada penghargaan jika mereka melakukan kebaikan. Dan ada punishment jika mereka melakukan kesalahan. Tidak hanya satu pola untuk menyikapi perilaku mereka, mereka berlaku salah orangtua keras kepada mereka, mereka berlaku benar orangtua juga bersikap keras terhadap mereka, atau pun sebaliknya. Hal-hal ini membuat merek tidak akan berubah menjadi lebih baik, atau bersikeras ketika berbuat salah, dan merasa terdholimi jika mereka berbuat benar.

Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemampuan yang mumpuni adalah dengan menerapkan disiplin. Karena disiplin adalah mengajari anak agar mampu mengendalikan diridan berperilaku. Tapi kebanyakan orang tua enggan menerapkan disiplin. Keengganan inilah yang harus di hilangkan. Ada beberapa penyebab keenganan ini diantaranya orang tua tidak mampu menentang perilaku buruk anak karena mereka takut kehilangan kata cinta,orang tua sibuk dengan urusan mereka sendiri dan banyak alasan-alasan lain yang kurang sejalan dengan penerapa kedisiplinan.

Orang tua harus tau motif anak berbuat salah, jangan malah sebaliknya orang tua tidak berupaya mengetahui motif anak berbuat salah. Karena jika orang tua tidak berusaha mengetahui dan memahami, akhirnya akan menyikapi kesalahan-kesalahan itu dengan cara yang tidak tepat

4 komentar

setuju mas, kadang saat anak enggan melakukan instruksi, kita bukannya menjelaskan malah marah2 ya..

kadang membangun komunikasi yang baik dengan yang seumuran saja bisa dibilang susah, apalagi dengan anak :)

hemm marah tidak pada tempatnya ya

hati hati dan terus belajar ya, memafkan masalalu itu juga diperlukan