Thursday, December 10, 2015

Cita-cita





Assalamualaikum...

Akhirnya keinginan saya menulis muncul kembali, Alhamdulillah.. Sebenarnya ide di kepala ini banyak sekali. Tetapi kesibukan yang membuatnya tidak terealisasi menjadi sebuah tulisan. Kalau hanya ada di kepala, tidak akan pernah menjadi ide, bukan? So saya ingin berkomitmen, paling tidak satu minggu satu tulisan. Whatever is it asal ada benefit utk pembaca.



Kehidupan yang tidak kita inginkan bisa jadi adalah kehidupan yang diinginkan orang lain. Quote ini yang menjadi salah satu penguat kehidupan saya supaya senantiasa bersyukur. Well, saya hanya manusia biasa, ibu rumah tangga biasa yang biasa-biasa saja prestasinya. Saya akui itu. But honestly saya juga manusia biasa yang pasti punya keinginan luar biasa jika melihat teman-teman lebih di atas saya.

Semua bermula dari media sosial. Yup, disadari atau tidak media sosial telah banyak memberi pengaruh bagi kita. Bagaimana tidak, belum apa-apa kita jadi tahu si A begini, si B begitu, si C baru ambil S2, si D baru aja plesir ke luar negeri dan lain sebagainya.

Kadang melihat status teman-teman di medsos tersebut naluri kemanusiaan saya timbul rasa ingin seperti mereka. Saya ingin bisa S2 seperti si ini (woi mbaak, itu S1 selesain dulu dong, udah mikir S2 aja :D) atau sekali waktu ketika melihat televisi ada teman yg bekerja di sana menjadi reporter, saya jadi ingin juga memiliki pekerjaan yg bonafit apalagi teman saya itu mendapat 'pujian' secara terang2an di medsos dari teman saya yang lain, seorang senior saat itu di organisasi.

Huffft.. Bagi saya ini manusiawi sekali. Siapa sih yang tidak memiliki keinginan? Itu sudah jadi hukum alam serta bagian dari motif ekonomi dan sosial.

Apa yang terjadi kemudian... Eng ing eng.. Alhasil saya hapus semua akun medsos milik teman yang menurut saya malah membuat tidak bersyukur. Kerjaannya update status tentang kuliah s2 nya, dosennya, yg satu lagi hobi update pekerjaannya, dan lain-lain. Saya sengaja menghapus mereka karena saya takut tidak bersyukur dengan apa yang saya miliki dan tentu saja.. Saya ingin hidup tenang. Simple.

Bukannya saya tidak ikut senang dengan kebahagiaan mereka. Tetapi saya ingin kembali ke masa di mana mengetahui tentang kehidupan orang lain tidak secepat dan semudah sekarang. Toh tidak pula memutus tali silaturahim. Kami masih bisa sms, telpon atau whatsapp.an tanpa harus tahu kehidupan mereka yang selalu diupdate.

But you know, saya tidak menyalahkan sama sekali mengenai kesukaan mereka memamerkan kehidupannya. Tidak. Karena dunia medsos membuat menusia tidak lagi mampu membedakan mana yang pantas di share dan mana yang tidak. Saya sangat maklumi itu. Siapa tahu mereka hanya ingin memotivasi orang lain lewat cara itu. Mungkin saya pribadi juga tidak sadar telah membuat orang lain tahu mengenai kehidupan saya lewat status.


Jika ingin nyaman ya sudah delete aja semua. Itu pula yang sekarang saya terapkan. Hehehee.

Tetapi ada yang lebih baik dari semua itu. Yaitu fokus pada cita-cita kita. Ini sebenarnya nasihat dari seorang sahabat, semoga Allah mengganti kebaikannya di dunia dengan kebaikan di akhirat kelak . Aamiin.

Yakin deh.. Jika kita fokus dengan apa yang kita cita-citakan, tidak akan sempat 'melihat' kehidupan orang lain dan membandingkannya dengan kehidupan kita. Membandingkan apa yang sudah ia raih dan apa yang belum kita raih. Fokus pada cita-cita, maka kita akan fokus pula pada tindakan untuk meraihnya.

 "Coba deh dik.. Mulai saat ini kita ganti cita-cita kita yang awalnya berisi kehidupan dunia saja gantilah dengan fokus pada akhirat."

Saya masih ingat nasihat tersebut kala saya galau tidak bisa memiliki apa yang diraih teman-teman. Fokus pada kehidupan akhirat? Kenapa tidak?!Toh banyak sekali ayat al-quran yang memperingatkan manusia untuk lebih mengejar akhirat mereka ketimbang dunia. Ayat-ayat tersebut antara lain:


 مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (15) أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ...16


“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud [11] : 15-16)

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ ۖ فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ

"Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong." Al Baqarah : 86

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?
Al An'am : 32

قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا

Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.
An Nisaa : 77

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ

Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah keadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” [Al-Qashash : 77]

Mendengar nasihat dari sahabat dan ayat-ayat Allah tentang akhirat, membuat saya jadi tidak lagi merasa sendiri. Ada Allah, keluarga, dan sahabat yang menemani saya meraih surga tertinggi. Well, saya memang sudah mengubah cita-cita, yang awalnya berisi dunia melulu (jadi maluuuuuu) dan akhirnya kini saya ingin seperti sahabat saya itu, meraih surga tertingginya Allah.


Semoga dengan beginipun dunia bisa saya genggam di tangan tanpa sedikitpun dunia itu berada di hati. Aamiin2.

(Tulisan ini murni sebagai pengingat dan nasihat bagi diri sendiri, tidak ada maksud apapun. Ingat, ibu2 supaya tidak galau harus banyak2 nulis yaaa..


Febria Anisaningrum

11 Desember 2015
Reactions:

7 comments:

  1. mneguhkan hati, fokus ppada cita cita tak terpengaruh orang lain ini yg harus dilakukan
    tulisan dari Febria Anisa Ningrum, mengubah pikiran Negatif dengan berjalan dijalan Petunjuk Allah

    ReplyDelete
  2. Nasehat yg sangat bermanfaat.. Semoga berkah... Amin....

    ReplyDelete
  3. nasehatnya pas banget. Semoga selalu teguh aku untuk cita-cita mulia

    ReplyDelete
  4. subhannalloh, terima kasih nasihatnya :) bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. insyaAllah,semoga bisa mengambil hikmahnya

      Delete