Monday, December 7, 2015

Sanksi Untuk Anak



Apabiala kita terpaksa memberikan sanksi/hukuman kepada anak-anak kita, ada beberapa syarat yang harus kita penuhi.
  1. Memberi sanksi tidak boleh dalam keadaan marah. Seorang anak tidak akan menyadari kesalahan dari dalam hati jika orang tua dengan penuh emosi memberikan sanksi/hukuman.
  2. Sanksi/hukuman tidak boleh bersifat membalas dendam. Umpamanya, anak kita memukul adiknya maka kita tidak dapat memberikan hukuman kepadanya dengan meminta adiknya untuk memukulnya atau kita sendiri memukulnya.
  3. Sanksi/hukuman harus ada hubungannya dengan kesalaan. Umpamanya, seorang anak mengotori lantai, dia harus membersihkan lantai tersebut sebagai bentuk tanggung jawabnya
  4. Sanksi/hukuman tidak boleh mempermalukan anak. Misalnya, hukuman mereka dihadapan saudaranya yang lain atau bahkan dihadapan teman-temannya
  5. Sanksi/hukuman dapat menjelaskan perlunya ketertiban, bukan melukiskan rendahnya kedudukan seseorang. Orang tua harus memisahkan antara sikap anak yang menyimpang dengan kepribadiannya. Sering terjadi orang tua hendak memperbaiki kesalahan anak dengan menjustifikasi seluruh kepribadiannya, membuat garis pemisah antara tindakan dan pelakunya, membuat sianak tetap mendapatkan pengakuan walaupun sikapnya itu tidak dapat diterima.
  6. Sanksi yang diberkan bukanlah reaksi dari perilaku menyimpang anak. Namun, sanksi tersebut respon terhadap penyimpangan yang telah dilakukan. Reaksi menanggapi perilaku anak dari pikiran pertama yang muncul. Respon adalah menanggapi perilaku anak setelah beberapa saat berpikir dengan mempertimbangkan sebab pikirannya
  7. Ajari anak untuk mengidentifikasi hal-hal ang belum dipahami. mereka belum memahami bahwa hal tersebut merupakan perilaku yang menyimpang

Sanksi adalah senjata terakhir didalam mendidik anak saat ini
disadur dari Buku smart parents for smart students by Ust. Miftahul Jinan

Reactions:

1 comment:

  1. bener kadang sanksi gak selamanya baik, semoga niat baik kita untuk anak bisa menjadikan anak semakin lebih baik

    ReplyDelete