Manajemen Konflik Orang Tua dan Anak



Assalamu'alaykum
Bagaimana kabarya kawan-kawan?.


Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh yang telah memberikan semuanya kepada kita.
dalam pertemuan ini kita masih membahas isi buku smart parents for smart students. manajemen konflik ini adalah judulnya.

Semua orang tua pernah mengalami situasi saat tingkah laku anak tidak sesuai dengan harapan mereka. Situasi semacam ini tidak dapat dielakkan dalam hubungan antara orang tua dan anaka karena anak memiliki "kebutuhan" untuk bertingkahlaku demikian sekalipun ia telah menyadari bahwa tingkah lakunya menggangu orang lain.

Banyak orang tua terlibat dalam situasikonflik dengan anak-anaknya. Mereka terlihat sangat risau jika terjadi konflik dan bingun bagaimana mengatasinya.

Situasi konflik tidak selalu jelek, bahkan dapat menjadi sarana bagi orang tuan untuk mendidik anak dalam menyelesaikan konflik-konflik mereka pada masa-masa yang akan datang. Hal yang paling penting adalah bagaimana cara sebuah konflik diselesaikan.

dalam buku ini diuraikan sebuah contoh
Ibu     : Faruk, Ibu pusing dan bosen menegurmu karena tas dan sepatumu selalu berserakan sepulang dari sekolah. Ibu juga yakin kamu bosan mendengar teguran Biu. Sekali-kali kamu memang menaruh ditempatnya, tetapi lebih sering ibu yang melakukan. Bagaimana caranya supaya Ibu tidak mara dan kamu juga nyaman karena tidak selalu dimarahi ibu?

Faruk   : Ya, saya harus mengembalikan tas dan sepatu ketempatnya, tapi saya pulang sekolah capek, Bu !

Ibu       : Terus Bagaimana tas dan sepatumu? Siapa yang akan menyimpan ditempatnya?

Faruq   : Ibu saja....

Ibu       : Oke, Ibu yang akan menempatkan ditempatnya, tetapi kamu harus membantu Ibu menunggui adik selama Ibu mengerjakan itu semua.

Faruq    : Setuju, Bu!

Ibu        : Apa kamu berjanji untuk melaksanakan kesepakatan ini?

Faruq    : Ya, Bu.... saya berjanji!

Ibu         : Terimakasih atas kesepakatan kita ini (sambil menepuk pundak putranya)

Dengan Tehnik seperti contoh diatas, kita sebagai oran tua dapat mengambil beberapa manfaat.
  1. Anak tergerak untuk melaksanakan penyelesaian. Metode ini menghasilkan derajat motivasi lebih tinggi pada anak untuk melaksanakan keputusan karena ia menggunakan metode partisipasi.
  2. lebih memungkinkan untuk menemukan penyelesaian masalah yang bermutu. Metode ini lebih kreatif dan lebih efektif untuk menyelesaikan konflik.
  3. mengembangkan ketrampilan berpikir anak.
  4. Rasa bermusuhan berkurang dan cinta bertambah.
Knflik orang tua-anaka adalah peristiwa yang sangat wajar. Keterbukaan semua pihak dan penerimaan orang tua terhadap ide-ide anaknya kan membangun mental yang sehat bagi anak-anak. Dalam keluarga yang demikian, anak paling sedikit memiliki kesempatan untuk mengalami suatu konflik yang berlarut-larut. Ia akan belajar mengatasinya dan mereka akan Tumbuh menjadi anak-anak yag lebih siap mengatasi setiap konflik pada masa-masa yang akan datang.

Bukanlah Konflik yang membahayakan hubungan orangtua-anak, melainkan tidak termanagenya konflik dengan baik akan lebih jauh membahayakan.