Tuesday, March 21, 2017

Sederhana Menjadi Wonderful couple


Wonderful couple adalah judul buku yang beberapa waktu ini ingin saya baca, buku yang banyak memberikan alternatif jalan kebahagian pada kehidupan berumah tangga. Apakah buku ini penting? Setiap orang memiliki sikap sendiri-sendiri, tapi saya ingin kita menyadari alternatif bahagia sudah kita temukan dalam pikiran kita, dalam lingkungan kita tentang apa itu yang dinamakan baik atau buruk. buku ini sebagai pengingat cara kita bersikap, karena kebanyakan kita tidak sadar melakukan banyak ketidak tepatan dalam bersikap.(memangnya ada apa dengan keluargamu ndan? hahaha tidak ada apa-apa, alhamdulillah kami didalam jalan yang benar. Buku ini nutrisi buat keluargaku saja, saya niat untuk membangun keluarga yang benar-benar bahagia dan mungkin buku ini salah satu jalan untuk menggugah kesadaran menuju jalan bahagia ini, heheh ciee).

Sebagai contoh dalam buku ini memaparkan cara dalam bersikap. Dalam Komunikasi timbal balik misalnya, saat suami atau istri menyampaikan suatu pesan dan kemudian direspon langsung oleh pasangannya,itulah komunikasi timbal balik bukan hanya timbal balik saja tapi sikap positif dari pasangan diperlukan. Suami atau istri memberi pesan positif misalnya ya seharusnya harus dikomentari secara positif pula. bahkan bila suami atau istri memberikan pesan negatif haruslah di pahami dulu pesan itu dan tentunya tidak gegabah dalam merespon.

Selanjutnya dalam melakukan interpretasi pesan contoh yang ditunjukkan buku ini adalah ketika suami atau istri bertengkar adalah kecenderungan mereka memilih kosa kata yang menjatuhkan dan menykitkan hati pasangan. cara interpretasi pesan tersebut berpengaruh terhadap kebahagiaan keluarga mereka. maka sebagai wonderfull couple tidaklah menyalahkan pasangan atau dirimereka sendiri, namun berusaha untuk fokus mencari sumber permasalahn dan mencari sisi positif dari pesan tersebut yang disampaikan.

Dalam salah satu ciri-ciri wonderful couple ini adalah sikap. Sesederhana ini ternyata, tetapi banyak dari kita kelolosan. semoga kita bisa menutup celah-celah lubang kelolosan sehingga kita bisa menjadi keluarga bahagia ( Wonderful couple).



Tuesday, September 20, 2016

Membangun Rumah Tangga Bahagia

Didalam rumah tangga ada beberapa unsur yaitu kepala keluarga, anggota keluarga, aturan-aturan dalam keluarga, tujuan berkeluarga.Seperti organisasi semua element harus bekerjasama sesuai aturan-aturan yang diberlakukan agar tercapai tujuan yang di impikan.

Ada hal mendasar juga yang dapat menghidupkan keluarga bahagia, hal dasar ini adalah ruh dalam kehidupan berumah tangga. mungkin ini berkaitan dengan tujuan berumah tangga. Sejalan dengan penciptaan manusia di Bumi ini adalah menjadi kholifah yang menghambakan diri pada sang pencipta, hal inilah yang menjadi ruhnya.

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku". (Qs. Adzariyat ayat 56)

Ayat diatas menjelaskan tujuan penciptaan manusia yang bersifat vertikal. sifat vertikal ini akan menjadi ruh manusia untuk memperbaiki sifat horizontalnya yaitu sebagai kholifah. ayat ini juga menjadi motifasi utama dalam berumah tangga kalau didalam buku Ustd. Cahyadi Takariawan yang berjudul Menjadi Pasangan Paling Bahagia, beliau menyebutkan

"mengawali kehidupan rumah tangga dengan motivasi ibadah akan mengantarkan seseorang yang melakukannya kepada kemuliaan dan kebahagiaan yang sesungguhnya."

Sebelumnya disebutkan juga dalam pengantarnya bukan materi yang mendatangkan kebahagiaan hakiki, namun keyakinan dan kedekatan kepada Allah yang dapat mendatangkannya; dan bukan kemewahan dunia yang menajmin ketentraman hidup, namun kesetiaan dan ketaatan kepada petunjuk Tuhan.

Diawal dijelaskan beberapa unsur, ibarat pohon yang tumbuh tidak hanya akar. Akar disini kita simbolkan motivasi awal dalam membangun rumah tangga. Tentu awal saja belum cukup untuk diandalkan dalam membangun rumah tangga, harus dilanjutkan dengan prosesnya yang benar.

DILANJUT...


BIJAK DAN CERDAS MENDIDIK ANAK


Tulisan ini adalah saduran dari buku 20 kesalahan dalam mendidik anak, ditulis oleh Muhammad Rasyid Dimas dan diterjemahkan oleh Tate Qomaruddin, Lc. Dengan judul aslinya “Siyasat Tarbawiyyah Khathiah”. Yang diterbitkan oleh Sygma Publishing.

Prakata dari penulis,"Pendidikan anak dalam pandangan para pendidik begitu jelas, sejelas cahaya matahari pada siang hari. Meskipun demikian, masih sering kita dengar, menyaksikan, dan membaca berbagai penyimpangan perilaku anak anak dalam masyarakat sebagai akibat pendidikan yang salah. Sebagian muncul karena ketidak pedulian, sikap meremehkan, dan kelalaian dalam mendidik; sebagian yang lain munccul dari niat yang baik tetapi tetap salah karena ketidaktahuan cara mendidik; dan sebagian yang lain timbul sebagai dampak dari sikap orang tua yang diktator, otoriter, dan lain-lain."

Jika kita mencatat dialog orangtua dengan anak, maka orangtua akan menemukan kenyataan bahwa sebagian besar apa yang diungkapkan adalah berupa intruksi untuk melaksanakan tugas dan kewajiban. Dan juga akan ditemukan kenyataan bahwa anak-anak terkesan tidak menghiraukan intruksi itu atau bahkan menolaknya. Yang harus orangtua lakukan adalah menjelaskan dengan bijak dan penuh penghargaan kepada mereka betapa manfaat dari mengerjakan tugas dan kewajiban mereka untuk diri mereka sendiri.

Menyikapi pada tempatnya perilaku anak menjadi hal penting bagi karekter mereka. Ada penghargaan jika mereka melakukan kebaikan. Dan ada punishment jika mereka melakukan kesalahan. Tidak hanya satu pola untuk menyikapi perilaku mereka, mereka berlaku salah orangtua keras kepada mereka, mereka berlaku benar orangtua juga bersikap keras terhadap mereka, atau pun sebaliknya. Hal-hal ini membuat merek tidak akan berubah menjadi lebih baik, atau bersikeras ketika berbuat salah, dan merasa terdholimi jika mereka berbuat benar.

Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemampuan yang mumpuni adalah dengan menerapkan disiplin. Karena disiplin adalah mengajari anak agar mampu mengendalikan diridan berperilaku. Tapi kebanyakan orang tua enggan menerapkan disiplin. Keengganan inilah yang harus di hilangkan. Ada beberapa penyebab keenganan ini diantaranya orang tua tidak mampu menentang perilaku buruk anak karena mereka takut kehilangan kata cinta,orang tua sibuk dengan urusan mereka sendiri dan banyak alasan-alasan lain yang kurang sejalan dengan penerapa kedisiplinan.

Orang tua harus tau motif anak berbuat salah, jangan malah sebaliknya orang tua tidak berupaya mengetahui motif anak berbuat salah. Karena jika orang tua tidak berusaha mengetahui dan memahami, akhirnya akan menyikapi kesalahan-kesalahan itu dengan cara yang tidak tepat

Tuesday, January 5, 2016

Tuesday, December 29, 2015

Saturday, December 19, 2015

Blogger Semut

Sabtu tgl 19 Desember 2015 .Kita mulai ceritanya saat setelah bangun tidur, bukan! Ini Bukan Cerpen seperti yang dituliskan oleh sibungsu Azifah. Setelah bangun tidur badan masih terasa berat. Adzan Ashar berkumandang merdu, tubuh ini kupaksa bangun dan mandi untuk menyambut panggilanNya.


Belum ingat apa-apa, mungkin ini efek kehujanan perjalan Surabaya- Malang semalam, karena kirim beberapa Buku dikota Malang, sampai sore ini masih terasa berat.tapi alhamdulillah setelah mandi badan terasa lebih enteng, segera saja kulanjut bergegas ke Masjid Asy-Syafi'i  (samping PURIMAS3 Malang), dalam perjalanan, mulai teringat dengan Pesan dari mas Sandi tentang Komunitas Blogger Namanya "SEMUT".